Rabu, 23 Januari 2013

psy ank & rmj


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar belakang
Umar bin Khatab, seorang bijak yang hidup di abad ke 7 masehi, memberikan pernyataan yang sangat terkenal : “Didiklah anak-anakmu, karena mereka akan hidup pada zaman yang berbeda dengan zamanmu” . Suatu pernyataan yang seolah sangat sederhana, tetapi memiliki aplikasi yang cukup rumit di dalam pelaksanaannya. Jangankan kita membandingkan dengan kondisi sekitar 14 abad yang lampau, dengan 40-50 tahun yang lampau saja dengan kondisi di Indonesia, tantangan di dalam membesarkan dan mendidik anak-anak sangatlah berbeda. Fenomena yang paling menonjol adalah perbedaan dalam hal menanamkan kebutuhan-kebutuhan dasar yang dibutuhkan seorang anak untuk membekali dirinya sendiri dalam menghadapi masa depannya. Misalnya Anak di zaman dahulu lebih mandiri terhadap pendidikan mereka sendiri, sedangkan orang tua hanya sebagai pendukung. Banyak fakta menunjukkan itu. Antara lain, tak sedikit anak zaman dahulu yang mendaftarkan sendiri ketika mereka masuk SMP, SMA, terlebih perguruan tinggi. Sedangkan anak zaman sekarang sepertinya berbanding terbalik dengan hal itu. Sekarang, justru orang tua yang terlihat sibuk terhadap pendidikan anak-anak mereka padahal pada saat bersamaan, anak justru terlihat tenang dan sangat tergantung dengan orang tua. Tanpa disadari usia terus bertambah sementara kecemasan orang tua bukannya berkurang. Anak dan Remaja bukan yang sama sekali tidak mempedulikan pendidikan mereka, tetapi ‘belajar’ seringkali dipersepsikan sebagai kegiatan yang membebani dan mereka terlihat asyik dengan minat-minat pribadinya sendiri yang bersifat spesifik.
Salah satu penyebab utama konflik orang tua dan remaja adalah adanya perbedaan antargenerasi. Perbedaan ini melibatkan kepercayaan, emosi, dan pilihan-pilihan.  Hal-hal ini telah  menghasilkan salah pengertian, ketegangan, dan konflik terbuka antaranggota keluarga.   Konflik dapat muncul dari segala macam isu. Mulai masalah memutuskan hal keuangan, memilih baju, model rambut, rekreasi, dan hal-hal religius, musik, makanan, atau masalah moral.

B.     Rumusan Masalah
1.      Fenomena Saat Ini ?
2.      Bagaimana Menyikapi Perbedaan Zaman dan Pola Asuh Yang Sesuai ?
3.      Bagaimana Gaya Hidup dan Pergaulan Remaja
4.      Perbedaan Remaja Dulu dan Dini ?
5.      Sumber Kehidupan Remaja ?

C.     Tujuan
1.      Mahasiswa diharapkan mampu menumbuhkan sikap percaya diri, menjaga emosi, dan bersikap toleransi terhadap remaja yang lain.
2.      Kita bisa belajar mengembangkan rasa sosial, karena kondisi dan latar belakang orang tua yang berbeda.
3.      Memupuk kemandirian terhadap pendidikan kita sendiri.
 









BAB II
PEMBAHASAN

A.    Fenomena Saat Ini
Sebagai praktisi di bidang Psikologi Pendidikan dan Keluarga, kami mendapatkan begitu banyak rekaman hasil pemeriksaan Psikologi (psikotes) yang memperlihatkan anak-anak Indonesia di usia 5 – 6 tahun, sudah memiliki kematangan berpikir yang baik. Mereka memiliki daya tangkap menerima informasi baru yang cepat, memiliki pengamatan yang tajam, daya pikir kritis sudah terasah sejak kecil dan daya ingat yang kuat. Tetapi di sisi lain kami pun banyak mendapatkan hasil yang memperlihatkan kondisi perkembangan dengan kecepatan perkembangan pola pikir kurang diimbangi dengan kematangan kemampuan koordinasi motorik dan kematangan emosi yang memadai. Di usia TK misalnya mereka lebih banyak menghabiskan waktu di depan TV atau berjalan ke sana kemari di sekitar rumahnya (karena banyak yang tidak boleh bermain di luar rumah), anak-anak usia SD pun sibuk dengan mainan yang sedang trend saat itu, bermain game atau menonton TV. Untuk usia remaja mereka lebih banyak menghabiskan waktu dengan berkumpul bersama teman sebayanya, pergi ke tempat-tempat di mana banyak juga seusia mereka berkumpul (seringkali mall) dan kurang mempedulikan apakah tugas yang telah mereka selesaikan sudah memenuhi target yang diberikan. Sementara untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari mereka yang bersifat rutin sudah ada yang memikirkan, apakah orang tuanya ataukah pengasuh jika orang tua keduanya bekerja. Sehingga anak-anak ini terbentuk menjadi anak-anak yang sibuk berpikir dan mencari apa yang bisa membuat dirinya tidak bosan, tetapi mereka sendiri kurang memahami kebutuhan dasar yang seharusnya mereka penuhi terlebih dahulu. Sudah banyak kasus yang memperlihatkan anak dan remaja terlalu asyik main game sehingga lupa mandi dan makan. Jika ditanyakan kepada orang tua mengapa semudah itu anak mendapatkan bantuan, orang tua akan beralasan bahwa itu dilakukan agar anak-anak dapat lebih konsentrasi belajar karena jaman sekarang materi pelajaran di sekolah semakin berat dan pekerjaan rumah semakin banyak. Padahal yang terjadi adalah semakin banyak bantuan yang diberikan, kebutuhan seseorang untuk melakukan sendiri pun semakin menurun, ia akan lebih banyak mengandalkan orang lain. Anak-anak dan remaja dengan banyaknya bantuan dan permakluman seperti ini lebih banyak yang tumbuh sebagai seorang yang kurang percaya diri, mudah mengeluh, mudah mencari bantuan, motivasi berusaha kurang, tidak siap gagal dan pada akhirnya menjadi seorang yang egois karena ingin orang lain memaklumi kekurangan dirinya. Dalam sebuah survei terhadap 27.000 orang yang berusia 12 - 19 tahun dari seluruh dunia, ditemukan bahwa generasi remaja masa kini dicirikan oleh beberapa hal:
1.      Sangat berpusat pada diri sendiri dan ingin memuaskan keinginannya tanpa pikir panjang. Mereka terbiasa dengan musik keras, tato, dll. Mereka kurang dalam hal inisiatif, dan motivasi. 
2.      Mereka percaya bahwa kesuksesan tergantung pada diri mereka sendiri, Mencari kerja yang baik menjadi prioritas mereka.
3.      Dalam kehidupan yang sangat sulit, mereka merindukan keluarga sebagai tempat menghadapi kesulitan hidup.
4.      Mereka membutuhkan identifikasi pada kebutuhan pasar, seperti memakai sepatu atlet terkenal, minum Coca - Cola, dll.
5.      Remaja sekarang terbiasa berbelanja. Mereka membeli barang yang mereka inginkan, bukan yang dibutuhkan. Ironisnya, contoh ini mereka dapatkan dari pengaruh iklan.
6.      Mereka sangat senang melakukan perjalanan dan petualangan, termasuk menjelajah lewat internet.
7.      Mereka senang mengoleksi CD, menonton televisi, "chatting", dll. Akhirnya, kecanduan media.
8.      Di sisi lain, mereka adalah generasi yang sangat rindu untuk bisa hidup senang dan bahagia.

B.     Gaya Hidup dan Pergaulan Remaja
Konsumsi juga merupakan gambaran gaya hidup tertentu dari kelompok status tertentu. Konsumsi terhadap barang merupakan landasan bagi penjenjangan dari kelompok status, konsumsi juga dapat dijadikan penggunaan barang - barang simbolik kelompok tertentu. Dalam hal ini konsumsi seseorang menentukan gaya hidup seseorang. Seperti pemilihan konsumsi gaya berpakaian, selera dalam hiburan, makanan dan minuman menentukan dari kelas mana ia berada. Konsumsi atau perbedaan selera terhadap suatu barang juga dapat menggeser norma yang ada di dalam suatu masyarakat. Norma budaya dan agama tidak lagi dijadikan pedoman dalam berperilaku, suatu masyarakat yang tadinya merasa segan untuk menunjukkan kekayaan miliknya sekarang tidak segan dengan mengkonsumsi barang-barang tertentu ia ingin menunjukkan identitas dirinya misalnya saja masyarakat abangan yang memiliki selera mengkonsumsi barang-barang dari produk Barat. Masyarakat abangan dengan pengaruh media informasi banyak mengikuti gaya berpakaian yang mengikuti dunia barat karena pada               abangan dalam hubungan manusia dengan agama bukan merupakan keharusan agama tidak harus menjadi tuntutan perilaku, ia digantikan oleh etika sosial yang dikonstruksi masyarakat atas kenyataan. Misalnya wanita abangan menggunakan tank top, rok mini, celana jeans, gaya rambut rebonding.
Masyarakat santri adalah kebalikannya, hubungan antara manusia dan agama merupakan kemutlakan. Agama haruslah menjadi tuntunan perilaku. Ia menjadi rujukan apakah suatu perilaku itu baik atau tidak. Perkembangan masyarakat santri telah pula menyebabkan menjamurnya rumah – rumah mode yang khusus memperdagangkan busana muslim dan muslimah. Berkembangnya toko - toko yang khusus menjual produk - produk yang berhubungan dengan simbol - simbol keagamaan seperti buku - buku, pakaian yang dinilai islami. Perkembangan teknologi informasi bukan hanya menawarkan gaya pakaian muslim dan muslimah tetapi juga semakin maraknya film-film Islami di televisi, dan lagu-lagu Islami. Bahkan acara reality show pencarian da’i.
Zaman sekarang di abad 20 ini pergaulan remaja semakin berkembang dari yang baik sampai yang buruk,  dan banyak yang bilang bila pergaulan remaja saat ini sudah sangat jauh berubah dibanding pada masa-masa sepuluh tahun silam, dan remaja sekarang lebih mampu berekspresi pada emosi dan mengungkapkan perasaan tanpa sembunyi-sembunyi dan malu seperti dulu. Bisa kita ambil contoh kalau zaman sekarang para wanita lebih berani mengatakan cintanya kepada laki - laki beda sekali dengan zaman dulu yang dimana wanita masih malu-malu untuk melakukan itu. Dibawah ini ada beberapa faktor yang dapat mempegaruhi pergaulan remaja, yaitu:
1.      Keluarga / Orang Tua
Peran keluarga amatlah penting dalam memberikan pengarahan,  karena orag tua itu sangat besar pengaruhnya terhadap pergaulan anaknya. Jika orang tuanya mengajarkan yang baik - baik, misalnya: tatakrama, pengetahuan agama, sopan santun dll. Maka anak tersebut akan nenerapkan juga di lingkungan luarnya dan ia pun  mencari pergaulan yang hampir sama dengan lingkungan keluarganya.
2.      Lingkungan
Lingkungan dalam pergaulan remaja ini pun tak kalah pentingya dengan keluarga, jika remaja tersebut tinggal dan bergaul di lingkungan yang buruk maka ia akan terbawa buruk juga misalnya remaja tersebut hidup di lingkungan yang kebanyakan orang –orangnya selalu berbuat yang tidak baik misalnya berjudi berpakaian seksima bisa jadi anaknya tersebut akan terpengaruh pergaulan yang seperti itu akan tetapi sebaliknya jika anak tersebut tinggal dan bergaul di lingkungan yang baik maka anak tersebut secara tidak langsung akan mengikuti perilaku baik tersebut.
3.      Spiritual
Pendidikan spiritual seharusnya di tanamkan kepada para remaja sejak dini agar tercipta suatu remaja yang berahklak dan berbudi luhur baik, karena remaja yang berakhlak akan membuat moral remaja tersebut menjadi baik dan remaja tersebut mempunyai pegangan dalam hidupnya, karena suatu agama adalah pegangan bagi manusia di dunia ini. Keagamaan tersebut bisa di dapat dari keluarga, lingkungan, dan  kehidupan sehari-harinya.
C.     Menyikapi Perbedaan Zaman dan Pola Asuh Yang Sesuai
Jika kita telaah bersama, perbedaan mendasar anak-anak dan remaja yang dibesarkan sekitar 40 – 50 tahun yang lalu dengan anak-anak dan remaja yang dibesarkan di era millennium ini, adalah pada semakin banyak dan bervariasinya stimulus atau rangsangan yang dapat mereka amati dan dengarkan. Sementara di saat yang sama terjadi perubahan kondisi lingkungan sosial di mana peralatan yang bersifat manual semakin banyak digantikan oleh peralatan yang bersifat modern, sehingga sebenarnya dalam segi waktu penyelesaian akan lebih cepat dan memungkinkan banyak waktu yang lebih luang untuk melakukan hal lain, namun kenyataannya tidaklah sesederhana itu. Dengan pertimbangan keamanan dan kenyamanan bagi anak, anak-anak lebih banyak menghabiskan waktu di dalam rumah mereka, mendapatkan hiburan dari televisi atau jenis permainan lain dengan keterbatasan teman bermain dari sebaya mereka. Jika mereka memiliki kemewahan dapat bermain di luar rumah pun harus dengan pengawasan pembantu atau pengasuh. Sebenarnya hal ini tidaklah semuanya salah, tetapi ada hal yang sangat berbeda dalam pemberlakuan pola asuh pada keluarga-keluarga sekarang, yaitu:
1.      Penerapan Kedisiplinan
Disiplin sendiri merupakan suatu pola pembiasaan yang bertujuan untuk membentuk suatu tingkah laku tertentu. Dalam disiplin terkandung adanya tingkah laku yang berulang yang dilakukan dan biasanya melibatkan waktu tertentu untuk melakukannya. Sehingga terbentuk suatu tingkah laku yang terjadi secara otomatis tanpa banyak melibatkan analisa ataupun pertimbangan untuk melakukannya. Suatu bentuk disiplin akan terbentuk dengan sendirinya pada seorang anak jika:
a.       orang tua menerapkannya secara consisten tidak berubah-ubah sesuai suasana hati orang tua atau hanya tergantung saat orang tua ada bersama anak. Yang tak kalah penting adalah pada keluarga yang memiliki lebih dari 1 anak maka harus ada keadilan pada setiap anak bahwa aturan tersebut berlaku untuk mereka tanpa kecuali.
b.      Anak pun perlu memahami tujuan dari pemberlakukan dari disiplin tersebut. Salah satu upaya untuk mencapai pemahaman anak adalah dengan keteladanan terutama dari orang tua.
c.       Orang tua tidak mudah menyerah dan tidak mudah marah jika tingkah laku disiplin tidak tercapai pada anak dalam waktu yang singkat.
d.      Semakin bertambah usia seorang anak tuntutan lingkungan social terhadap dirinya semakin tinggi sementara ketidakdisiplinan ini sudah terpola sehingga akan semakin sulit bagi dirinya untuk menyesuaikan diri dengan aturan yang berlaku umum.
2.      Pola Komunikasi
Hal kedua yang perlu diperhatikan adalah pola komunikasi yang terjadi. Memang saat ini relasi orang tua – anak dapat dikatakan sudah lebih hangat dan komunikatif karena anak sudah lebih berani mengungkapkan apa yang menjadi pemikirannya. Tetapi mengenai pendidikan dan cita-cita, seringkali orang tua memiliki terlalu banyak referensi, sementara mereka kurang menyiapkan anak-anaknya dengan bekal keterampilan motorik dan kekuatan mental yang memadai. Memanfaatkan teknologi sebagai sarana komunikasi memang dapat dilakukan, tetapi yang terpenting adalah saat pertemuan secara fisik, yaitu:
a.       orang tua dapat memanfaatkan bahasa tubuh secara optimal, misalnya berbicara dengan anak sambil menatap matanya dan pastikan anak pun terbiasa berbicara dengan menatap orang tuanya.
b.      Pengalaman komunikasi anak dengan orang tua akan terpatri kuat dan membentuk pribadi di masa dewasanya.
c.       Penggunaan intonasi suara yang tepat dan anak memahami esensi pembicaraan.
d.      Dengan kehangatan yang telah terjalin di masa usia dini, sejalan dengan pertambahan usia anak ungkapan kasih sayang tidak selalu harus dengan kedekatan fisik, tetapi lebih mengembangkan komunikasi dua arah yang berimbang.
D.    Perbedaan Remaja Dulu dan Dini
Disamping itu kita perlu memahami beberapa perbedaan remaja masa kini dan remaja beberapa dekade lalu, diantaranya:
1.      Teknologi
Dulu, anak remaja hanya hidup dengan radio dan televisi (TV). Sekarang, mereka diperhadapkan dengan TV kabel, satelit, atau internet yang menciptakan dunia global yang tidak dialami remaja masa lampau. Mereka memiliki akses TV ke seluruh kebudayaan. Segala jenis kebutuhan mereka, menyangkut hiburan, musik, mode, dll., terpenuhi. CD, VCD, MP3 adalah sahabat mereka sehari-hari. Sayangnya, jika tidak ada yang menyaring nilai yang mereka serap dari media TV, internet dsb., bagaimana mereka dapat memahami mana yang etis dan yang tidak; berkenan pada Tuhan atau tidak? Teknologi yang ada membuat remaja bersentuhan dengan dunia dan dunia menyentuh kehidupan remaja. Rangsangan budaya dibukakan lebih jauh pada remaja masa kini dari pada pada zaman orang tua mereka.
2.      Kendaraan
Kendaraan jaman sekarang sudah semakin canggih dan pesat dan membuat bahan bakar di bumi menjadi kritis, kalu di jaman dahulu orang masih memakai kendaraan yang menyehatkan (sepeda) dan jarang orang yang memakai kendaraan bermesin.
3.      Pacaran
Remaja kini rata-rata ingin dan sudah mempunyai pacar, kalau di jaman dahulu pacaran boleh tapi tidak di bebaskan seperti sekarang yang berpacaran dengan blak-blakan dan berbuat yang tidak di mestikan sebelum kita menikah, sehingga kini banyak orang yang NBA sebelum nikah karena pergaulan yang bebas, tetapi di jaman dahulu kita masih di batasi oleh orang tua dan pikiran sendiri, rata - rata orang jaman dahulu itu berlomba untuk menjadi orang sukses dan apabila sudah sukses baru mencari pendamping hidup.
4.      Mengenali Kekerasan
Perbedaan kedua adalah pengenalan akan kekerasan manusia. Banyak kekerasan diberitakan di media bioskop, film, TV, lagu, novel, dll.. Anak remaja menyukai film laga yang penuh dengan kekerasan. Mereka tidak menyadari dampak langsung dan tidak langsung dari media karena dampak tersebut sudah terlalu biasa bagi mereka. Tidak jarang, mereka justru melihat langsung perkelahian antar sekolah/remaja. Jadi, tidaklah mengherankan jika semakin banyak anak remaja yang terlibat dalam tindak kekerasan dan pembunuhan.
5.      Keluarga Yang Retak
Sebanyak 4 dari 10 remaja Amerika (39 persen) hidup atau tinggal hanya dengan 1 orang tua saja. Dan, 8 dari 10 kasus ini, yang absen adalah ayah. Kaum sosiologis berkata, "Belum pernah keluarga begitu berubah. Semakin banyak wanita karier, orang tua tunggal, kawin cerai, pasangan tanpa anak, `kumpul kebo`, dan `pasangan homo` yang mengangkat anak. Di samping itu, keluarga makin jauh dengan  tetangganya. Dulu, remaja kita bisa mengandalkan tetangga. Namun sekarang, itu tidak bisa dilakukan lagi.
6.      Pengertian dan Informasi Tentang Seks
Remaja masa kini tumbuh dalam sebuah dunia tanpa aturan seks. Bioskop, media cetak, TV, dan musik cenderung mengidentikkan seks dengan cinta. Media melukiskan seks sebagai bagian terpenting dari pacaran yang baik. Oleh sebab itu, tidaklah mengherankan jika semakin banyak remaja yang sangat aktif dalam melakukan hubungan seks. Remaja yang tidak aktif dalam melakukan aktivitas seksual malah menjadi bingung dan bertanya-tanya, "Apakah aku normal, ada apa dengan diriku?", "Apakah aku ada kekurangan yang penting?" Di pihak lain, dalam diri mereka yang aktif melakukan seks di luar pernikahan timbul perasaan bersalah.


7.      Nilai-Nilai Moral dan Agama
Pada masa ini, kehidupan moral dan agama sudah bukan lagi hal penting. Remaja semakin sulit mendefinisikan moral dan agama. Dulu, remaja mudah membedakan mana bermoral dan yang tidak. Sekarang, batasannya sangat tipis. Bermoral atau tidak bukan lagi didasarkan pada Al-qur’an, melainkan pada pendapat orang lain. Remaja tumbuh pada nilai-nilai moral. Mereka menganggap baik kalau kebanyakan temannya juga mengatakan bahwa itu baik. Jadi, nilai moral dan nilai baik sangat relatif.
E.     Sumber Kehidupan Remaja
Kini jaman udah berbeda dengan jaman - jaman dahulu, karena pengaruh hal-hal yang berasal dari berbagai macam sumber - sumber dari kehidupan remaja di jaman sekarang dan perbandingan kehidupan pada jaman dahulu dan sekarang. Sumbernya yaitu:
1.      Majunya Teknologi Yang Pesat.
Contohnya yaitu majunya Hand Phone yang begitu canggih, seperti BB yang sedang populer di kalangan masyarakat. Komputer yang semakin lama semakin maju, yang membuat pengguna komputer menjadi bisa membuat sesuatu dengan komputer itu, dan komputer oleh kalangan yang salah di pakai untuk menyimpan data-data, film-film, dan sesuatu yang negativ, seperti pengeditan foto yang semakin lama, semakin canggih, orang yang suka usil bisa memakai keahlian meng’edit foto untuk hal hal yang buruk seperti membuat foto dengan kepala artis yang sedang populer dengan mengganti bagian tubuhnya dengan gambar-gambar yang fullgar, dan ada lagi bagi pengguna koimputer yang keahlianya malah menjadi negativ, seperti membuat virus-virus komputer dari yang biasa-biasa saja hingga yang sangat fatal.
2.      Pergaulan Bebas
Rata-rata anak remaja jaman sekarang itu ingin bergaul dengan siapa saja, dimana saja, dan kapan saja, sehingga ia terjerumus kedalam pergaulan itu, yang paling gampang itu biasanya bagi para laki-laki itu salah satunya adalah “ROKOK”, karena mudah di dapat dan kebanyakan orang laki-laki yang suka berkumpul di suatu tempat menghisap rokok. Lalu bagi para perempuan biasanya ia tidak mau gengsi terhadap lawan jenis atau teman yang di anggap saingannya, ia ingin tampil di depan lelaki untuk menarik perhatian, sehingga terlewat batas dan di lihat oleh orang dengan negative, gengsi dengan teman sejenis biasanya dari barang barang yang di pakainya, dia tidak ingin kalah oleh temannya itu sehingga menjadi saingan / saling memamer.
3.      Keluarga Yang Terlalu Memanjakan
Remaja kini tidak berfikir panjang, contohnya kita kecil hingga SMA akhir kita masih bergantung pada orang tua, apakah kita tidak malu apabila kita sudah dewasa dan belum bisa menghasilkan uang sendiri atau masih meminta uang jajan atau sehari-hari kepada orang tua, sedangkan orangtua kita kerja keras hanya ingin membuat kita senang.















BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
             Dari pembahasan di atas maka dapat kami simpulkan:
Setiap manusia, baik pada masa kanak-kanak, pada masa remaja bahkan pada masa dewasa, memiliki tingkatan pertumbuhan yang akan terjadi dalam menuju kedewasaannya. Dan pertumbuhan itu akan terjadi secara bertahap dan berangsur-angsur. Selain itu pula didalam proses pertumbuhan yang terjadi, perlu diperhatikan beberapa hal baik cirri-ciri pertumbuhan serta tugas masing-masing dalam tahap pertumbuhan anak. Untuk itu setiap manusia perlu memperhatikan pertumbuhan anak secara mendetail agar dalam proses pertumbuhannya, tidak mengakibatkan hal-hal yang tidak diinginkan, seperti kekerasan pada anak, yang akan mengakibatkan depresi pada anak, serta gaguan pada sistem syaraf anak.
B.     Saran
Untuk itulah makalah ini kami susun untuk membantu memahami psikologi anak yang terjadi pada usia remaja. Makalah ini perlu dibaca oleh kita, agar dapat mengerti cirri-ciri, tugas dan perbedaan remaja dulu dan dini.








DAFTAR PUSTAKA

-          http:// rahmaniyaonline.com
-          http:// anak & rmj/ 9639. html
-          http:// fahminaqnepal. Wodspress.com
-          http:// lailatur-rahman. blogspot. Com

1 komentar:

  1. Casino: Slots, Blackjack, Roulette, Video Poker - JTM Hub
    Casino: Slots, Blackjack, 동두천 출장마사지 Roulette, Video Poker Games, Keno, Video Poker, Slot Machines 부천 출장샵 - JTM Hub, The 광주광역 출장마사지 Ultimate Guide 순천 출장샵 To Slots 양주 출장안마 & Roulette

    BalasHapus