BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
belakang
Umar bin Khatab, seorang bijak yang
hidup di abad ke 7 masehi, memberikan pernyataan yang sangat terkenal : “Didiklah anak-anakmu, karena mereka akan
hidup pada zaman yang berbeda dengan zamanmu” . Suatu pernyataan yang
seolah sangat sederhana, tetapi memiliki aplikasi yang cukup rumit di dalam
pelaksanaannya. Jangankan kita membandingkan dengan kondisi sekitar 14 abad
yang lampau, dengan 40-50 tahun yang lampau saja dengan kondisi di Indonesia,
tantangan di dalam membesarkan dan mendidik anak-anak sangatlah berbeda.
Fenomena yang paling menonjol adalah perbedaan dalam hal menanamkan
kebutuhan-kebutuhan dasar yang dibutuhkan seorang anak untuk membekali dirinya
sendiri dalam menghadapi masa depannya. Misalnya Anak di zaman dahulu lebih
mandiri terhadap pendidikan mereka sendiri, sedangkan orang tua hanya sebagai
pendukung. Banyak fakta menunjukkan itu. Antara lain, tak sedikit anak zaman
dahulu yang mendaftarkan sendiri ketika mereka masuk SMP, SMA, terlebih
perguruan tinggi. Sedangkan anak zaman sekarang sepertinya berbanding terbalik
dengan hal itu. Sekarang, justru orang tua yang terlihat sibuk terhadap
pendidikan anak-anak mereka padahal pada saat bersamaan, anak justru terlihat
tenang dan sangat tergantung dengan orang tua. Tanpa disadari usia terus
bertambah sementara kecemasan orang tua bukannya berkurang. Anak dan Remaja
bukan yang sama sekali tidak mempedulikan pendidikan mereka, tetapi ‘belajar’
seringkali dipersepsikan sebagai kegiatan yang membebani dan mereka terlihat
asyik dengan minat-minat pribadinya sendiri yang bersifat spesifik.
Salah satu penyebab
utama konflik orang tua dan remaja adalah adanya perbedaan antargenerasi.
Perbedaan ini melibatkan kepercayaan, emosi, dan pilihan-pilihan. Hal-hal
ini telah menghasilkan salah pengertian, ketegangan, dan konflik terbuka
antaranggota keluarga. Konflik dapat muncul dari segala macam isu. Mulai
masalah memutuskan hal keuangan, memilih baju, model rambut, rekreasi, dan
hal-hal religius, musik, makanan, atau masalah moral.
B. Rumusan
Masalah
1.
Fenomena Saat Ini ?
2.
Bagaimana Menyikapi
Perbedaan Zaman dan Pola Asuh Yang Sesuai ?
3.
Bagaimana Gaya Hidup
dan Pergaulan Remaja
4.
Perbedaan Remaja Dulu
dan Dini ?
5.
Sumber Kehidupan Remaja
?
C. Tujuan
1.
Mahasiswa diharapkan
mampu menumbuhkan sikap percaya diri, menjaga emosi, dan bersikap toleransi
terhadap remaja yang lain.
2.
Kita bisa belajar
mengembangkan rasa sosial, karena kondisi dan latar belakang orang tua yang
berbeda.
3.
Memupuk kemandirian
terhadap pendidikan kita sendiri.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Fenomena Saat Ini
Sebagai praktisi di
bidang Psikologi Pendidikan dan Keluarga, kami mendapatkan begitu banyak
rekaman hasil pemeriksaan Psikologi (psikotes) yang memperlihatkan anak-anak
Indonesia di usia 5 – 6 tahun, sudah memiliki kematangan berpikir yang baik.
Mereka memiliki daya tangkap menerima informasi baru yang cepat, memiliki
pengamatan yang tajam, daya pikir kritis sudah terasah sejak kecil dan daya ingat
yang kuat. Tetapi di sisi lain kami pun banyak mendapatkan hasil yang
memperlihatkan kondisi perkembangan dengan kecepatan perkembangan pola pikir
kurang diimbangi dengan kematangan kemampuan koordinasi motorik dan kematangan
emosi yang memadai. Di usia TK misalnya mereka lebih banyak menghabiskan waktu
di depan TV atau berjalan ke sana kemari di sekitar rumahnya (karena banyak
yang tidak boleh bermain di luar rumah), anak-anak usia SD pun sibuk dengan
mainan yang sedang trend saat itu, bermain game atau menonton TV. Untuk usia
remaja mereka lebih banyak menghabiskan waktu dengan berkumpul bersama teman
sebayanya, pergi ke tempat-tempat di mana banyak juga seusia mereka berkumpul
(seringkali mall) dan kurang mempedulikan apakah tugas yang telah mereka selesaikan
sudah memenuhi target yang diberikan. Sementara untuk pemenuhan kebutuhan
sehari-hari mereka yang bersifat rutin sudah ada yang memikirkan, apakah orang
tuanya ataukah pengasuh jika orang tua keduanya bekerja. Sehingga anak-anak ini
terbentuk menjadi anak-anak yang sibuk berpikir dan mencari apa yang bisa
membuat dirinya tidak bosan, tetapi mereka sendiri kurang memahami kebutuhan
dasar yang seharusnya mereka penuhi terlebih dahulu. Sudah banyak kasus yang
memperlihatkan anak dan remaja terlalu asyik main game sehingga lupa mandi dan
makan. Jika ditanyakan kepada orang tua mengapa semudah itu anak mendapatkan
bantuan, orang tua akan beralasan bahwa itu dilakukan agar anak-anak dapat
lebih konsentrasi belajar karena jaman sekarang materi pelajaran di sekolah
semakin berat dan pekerjaan rumah semakin banyak. Padahal yang terjadi adalah
semakin banyak bantuan yang diberikan, kebutuhan seseorang untuk melakukan
sendiri pun semakin menurun, ia akan lebih banyak mengandalkan orang lain.
Anak-anak dan remaja dengan banyaknya bantuan dan permakluman seperti ini lebih
banyak yang tumbuh sebagai seorang yang kurang percaya diri, mudah mengeluh,
mudah mencari bantuan, motivasi berusaha kurang, tidak siap gagal dan pada
akhirnya menjadi seorang yang egois karena ingin orang lain memaklumi
kekurangan dirinya. Dalam sebuah survei terhadap 27.000 orang yang berusia 12 -
19 tahun dari seluruh dunia, ditemukan bahwa generasi remaja masa kini dicirikan
oleh beberapa hal:
1. Sangat berpusat pada diri sendiri dan ingin memuaskan keinginannya tanpa pikir panjang. Mereka terbiasa dengan musik keras, tato, dll. Mereka kurang dalam hal inisiatif, dan motivasi.
2. Mereka percaya bahwa kesuksesan tergantung pada diri mereka sendiri, Mencari kerja yang baik menjadi prioritas mereka.
3. Dalam kehidupan yang sangat sulit, mereka merindukan keluarga sebagai tempat menghadapi kesulitan hidup.
4. Mereka membutuhkan identifikasi pada kebutuhan pasar, seperti memakai sepatu atlet terkenal, minum Coca - Cola, dll.
5. Remaja sekarang terbiasa berbelanja. Mereka membeli barang yang mereka inginkan, bukan yang dibutuhkan. Ironisnya, contoh ini mereka dapatkan dari pengaruh iklan.
6. Mereka sangat senang melakukan perjalanan dan petualangan, termasuk menjelajah lewat internet.
7. Mereka senang mengoleksi CD, menonton televisi, "chatting", dll. Akhirnya, kecanduan media.
8. Di sisi lain, mereka adalah generasi yang sangat rindu untuk bisa hidup senang dan bahagia.
B.
Gaya Hidup dan Pergaulan Remaja
Konsumsi juga merupakan
gambaran gaya hidup tertentu dari kelompok status tertentu. Konsumsi terhadap
barang merupakan landasan bagi penjenjangan dari kelompok status, konsumsi juga
dapat dijadikan penggunaan barang - barang simbolik kelompok tertentu. Dalam hal
ini konsumsi seseorang menentukan gaya hidup seseorang. Seperti pemilihan konsumsi
gaya berpakaian, selera dalam hiburan, makanan dan minuman menentukan dari
kelas mana ia berada. Konsumsi atau perbedaan selera terhadap suatu barang juga
dapat menggeser norma yang ada di dalam suatu masyarakat. Norma budaya dan agama
tidak lagi dijadikan pedoman dalam berperilaku, suatu masyarakat yang tadinya merasa
segan untuk menunjukkan kekayaan miliknya sekarang tidak segan dengan mengkonsumsi
barang-barang tertentu ia ingin menunjukkan identitas dirinya misalnya saja masyarakat
abangan yang memiliki selera mengkonsumsi barang-barang dari produk Barat. Masyarakat
abangan dengan pengaruh media informasi banyak mengikuti gaya berpakaian yang
mengikuti dunia barat karena pada abangan dalam hubungan manusia dengan
agama bukan merupakan keharusan agama tidak harus menjadi tuntutan perilaku, ia
digantikan oleh etika sosial yang dikonstruksi masyarakat atas kenyataan.
Misalnya wanita abangan menggunakan tank top, rok mini, celana jeans,
gaya rambut rebonding.
Masyarakat santri
adalah kebalikannya, hubungan antara manusia dan agama merupakan kemutlakan.
Agama haruslah menjadi tuntunan perilaku. Ia menjadi rujukan apakah suatu
perilaku itu baik atau tidak. Perkembangan masyarakat santri telah pula
menyebabkan menjamurnya rumah – rumah mode yang khusus memperdagangkan busana
muslim dan muslimah. Berkembangnya toko - toko yang khusus menjual produk - produk
yang berhubungan dengan simbol - simbol keagamaan seperti buku - buku, pakaian
yang dinilai islami. Perkembangan teknologi informasi bukan hanya menawarkan
gaya pakaian muslim dan muslimah tetapi juga semakin maraknya film-film Islami
di televisi, dan lagu-lagu Islami. Bahkan acara reality show pencarian
da’i.
Zaman sekarang di abad
20 ini pergaulan remaja semakin berkembang dari yang baik sampai yang
buruk, dan banyak yang bilang bila
pergaulan remaja saat ini sudah sangat jauh berubah dibanding pada masa-masa
sepuluh tahun silam, dan remaja sekarang lebih mampu berekspresi pada emosi dan
mengungkapkan perasaan tanpa sembunyi-sembunyi dan malu seperti dulu. Bisa kita
ambil contoh kalau zaman sekarang para wanita lebih berani mengatakan cintanya
kepada laki - laki beda sekali dengan zaman dulu yang dimana wanita masih
malu-malu untuk melakukan itu. Dibawah ini ada beberapa faktor yang dapat
mempegaruhi pergaulan remaja, yaitu:
1. Keluarga
/ Orang Tua
Peran keluarga amatlah penting
dalam memberikan pengarahan, karena orag
tua itu sangat besar pengaruhnya terhadap pergaulan anaknya. Jika orang tuanya
mengajarkan yang baik - baik, misalnya: tatakrama, pengetahuan agama, sopan
santun dll. Maka anak tersebut akan nenerapkan juga di lingkungan luarnya dan
ia pun mencari pergaulan yang hampir
sama dengan lingkungan keluarganya.
2. Lingkungan
Lingkungan dalam pergaulan remaja
ini pun tak kalah pentingya dengan keluarga, jika remaja tersebut tinggal dan
bergaul di lingkungan yang buruk maka ia akan terbawa buruk juga misalnya
remaja tersebut hidup di lingkungan yang kebanyakan orang –orangnya selalu
berbuat yang tidak baik misalnya berjudi berpakaian seksima bisa jadi anaknya
tersebut akan terpengaruh pergaulan yang seperti itu akan tetapi sebaliknya
jika anak tersebut tinggal dan bergaul di lingkungan yang baik maka anak
tersebut secara tidak langsung akan mengikuti perilaku baik tersebut.
3. Spiritual
Pendidikan spiritual seharusnya di
tanamkan kepada para remaja sejak dini agar tercipta suatu remaja yang
berahklak dan berbudi luhur baik, karena remaja yang berakhlak akan membuat
moral remaja tersebut menjadi baik dan remaja tersebut mempunyai pegangan dalam
hidupnya, karena suatu agama adalah pegangan bagi manusia di dunia ini.
Keagamaan tersebut bisa di dapat dari keluarga, lingkungan, dan kehidupan sehari-harinya.
C. Menyikapi
Perbedaan Zaman dan Pola Asuh Yang Sesuai
Jika kita telaah bersama,
perbedaan mendasar anak-anak dan remaja yang dibesarkan sekitar 40 – 50 tahun
yang lalu dengan anak-anak dan remaja yang dibesarkan di era millennium ini,
adalah pada semakin banyak dan bervariasinya stimulus atau rangsangan yang
dapat mereka amati dan dengarkan. Sementara di saat yang sama terjadi perubahan
kondisi lingkungan sosial di mana peralatan yang bersifat manual semakin banyak
digantikan oleh peralatan yang bersifat modern, sehingga sebenarnya dalam segi
waktu penyelesaian akan lebih cepat dan memungkinkan banyak waktu yang lebih
luang untuk melakukan hal lain, namun kenyataannya tidaklah sesederhana itu. Dengan
pertimbangan keamanan dan kenyamanan bagi anak, anak-anak lebih banyak
menghabiskan waktu di dalam rumah mereka, mendapatkan hiburan dari televisi
atau jenis permainan lain dengan keterbatasan teman bermain dari sebaya mereka.
Jika mereka memiliki kemewahan dapat bermain di luar rumah pun harus dengan
pengawasan pembantu atau pengasuh. Sebenarnya hal ini tidaklah semuanya salah,
tetapi ada hal yang sangat berbeda dalam pemberlakuan pola asuh pada
keluarga-keluarga sekarang, yaitu:
1.
Penerapan Kedisiplinan
Disiplin sendiri merupakan suatu
pola pembiasaan yang bertujuan untuk membentuk suatu tingkah laku tertentu.
Dalam disiplin terkandung adanya tingkah laku yang berulang yang dilakukan dan
biasanya melibatkan waktu tertentu untuk melakukannya. Sehingga terbentuk suatu
tingkah laku yang terjadi secara otomatis tanpa banyak melibatkan analisa
ataupun pertimbangan untuk melakukannya. Suatu bentuk disiplin akan terbentuk
dengan sendirinya pada seorang anak jika:
a.
orang tua menerapkannya
secara consisten tidak berubah-ubah sesuai suasana hati orang tua atau hanya
tergantung saat orang tua ada bersama anak. Yang tak kalah penting adalah pada
keluarga yang memiliki lebih dari 1 anak maka harus ada keadilan pada setiap
anak bahwa aturan tersebut berlaku untuk mereka tanpa kecuali.
b.
Anak pun perlu memahami
tujuan dari pemberlakukan dari disiplin tersebut. Salah satu upaya untuk
mencapai pemahaman anak adalah dengan keteladanan terutama dari orang tua.
c.
Orang tua tidak mudah
menyerah dan tidak mudah marah jika tingkah laku disiplin tidak tercapai pada
anak dalam waktu yang singkat.
d.
Semakin bertambah usia
seorang anak tuntutan lingkungan social terhadap dirinya semakin tinggi
sementara ketidakdisiplinan ini sudah terpola sehingga akan semakin sulit bagi
dirinya untuk menyesuaikan diri dengan aturan yang berlaku umum.
2.
Pola Komunikasi
Hal kedua yang perlu diperhatikan
adalah pola komunikasi yang terjadi. Memang saat ini relasi orang tua – anak
dapat dikatakan sudah lebih hangat dan komunikatif karena anak sudah lebih
berani mengungkapkan apa yang menjadi pemikirannya. Tetapi mengenai pendidikan
dan cita-cita, seringkali orang tua memiliki terlalu banyak referensi,
sementara mereka kurang menyiapkan anak-anaknya dengan bekal keterampilan
motorik dan kekuatan mental yang memadai. Memanfaatkan teknologi sebagai sarana
komunikasi memang dapat dilakukan, tetapi yang terpenting adalah saat pertemuan
secara fisik, yaitu:
a. orang tua
dapat memanfaatkan bahasa tubuh secara optimal, misalnya berbicara dengan anak
sambil menatap matanya dan pastikan anak pun terbiasa berbicara dengan menatap
orang tuanya.
b. Pengalaman
komunikasi anak dengan orang tua akan terpatri kuat dan membentuk pribadi di
masa dewasanya.
c. Penggunaan
intonasi suara yang tepat dan anak memahami esensi pembicaraan.
d. Dengan
kehangatan yang telah terjalin di masa usia dini, sejalan dengan pertambahan
usia anak ungkapan kasih sayang tidak selalu harus dengan kedekatan fisik,
tetapi lebih mengembangkan komunikasi dua arah yang berimbang.
D. Perbedaan
Remaja Dulu dan Dini
Disamping itu kita
perlu memahami beberapa perbedaan remaja masa kini dan remaja beberapa dekade
lalu, diantaranya:
1.
Teknologi
Dulu, anak remaja hanya hidup dengan
radio dan televisi (TV). Sekarang, mereka diperhadapkan dengan TV kabel,
satelit, atau internet yang menciptakan dunia global yang tidak dialami remaja
masa lampau. Mereka memiliki akses TV ke seluruh kebudayaan. Segala jenis
kebutuhan mereka, menyangkut hiburan, musik, mode, dll., terpenuhi. CD, VCD,
MP3 adalah sahabat mereka sehari-hari. Sayangnya, jika tidak ada yang menyaring
nilai yang mereka serap dari media TV, internet dsb., bagaimana mereka dapat
memahami mana yang etis dan yang tidak; berkenan pada Tuhan atau tidak?
Teknologi yang ada membuat remaja bersentuhan dengan dunia dan dunia menyentuh
kehidupan remaja. Rangsangan budaya dibukakan lebih jauh pada remaja masa kini
dari pada pada zaman orang tua mereka.
2.
Kendaraan
Kendaraan jaman
sekarang sudah semakin canggih dan pesat dan membuat bahan bakar di bumi
menjadi kritis, kalu di jaman dahulu orang masih memakai kendaraan yang
menyehatkan (sepeda) dan jarang orang yang memakai kendaraan bermesin.
3. Pacaran
Remaja kini rata-rata
ingin dan sudah mempunyai pacar, kalau di jaman dahulu pacaran boleh tapi tidak
di bebaskan seperti sekarang yang berpacaran dengan blak-blakan dan berbuat
yang tidak di mestikan sebelum kita menikah, sehingga kini banyak orang yang
NBA sebelum nikah karena pergaulan yang bebas, tetapi di jaman dahulu kita masih
di batasi oleh orang tua dan pikiran sendiri, rata - rata orang jaman dahulu
itu berlomba untuk menjadi orang sukses dan apabila sudah sukses baru mencari
pendamping hidup.
4.
Mengenali Kekerasan
Perbedaan kedua adalah
pengenalan akan kekerasan manusia. Banyak kekerasan diberitakan di media
bioskop, film, TV, lagu, novel, dll.. Anak remaja menyukai film laga yang penuh
dengan kekerasan. Mereka tidak menyadari dampak langsung dan tidak langsung
dari media karena dampak tersebut sudah terlalu biasa bagi mereka. Tidak
jarang, mereka justru melihat langsung perkelahian antar sekolah/remaja. Jadi, tidaklah
mengherankan jika semakin banyak anak remaja yang terlibat dalam tindak
kekerasan dan pembunuhan.
5. Keluarga
Yang Retak
Sebanyak 4 dari 10
remaja Amerika (39 persen) hidup atau tinggal hanya dengan 1 orang tua saja.
Dan, 8 dari 10 kasus ini, yang absen adalah ayah. Kaum sosiologis berkata,
"Belum pernah keluarga begitu berubah. Semakin banyak wanita karier, orang
tua tunggal, kawin cerai, pasangan tanpa anak, `kumpul kebo`, dan `pasangan
homo` yang mengangkat anak. Di samping itu, keluarga makin jauh dengan tetangganya. Dulu, remaja kita bisa mengandalkan
tetangga. Namun sekarang, itu tidak bisa dilakukan lagi.
6. Pengertian
dan Informasi Tentang Seks
Remaja masa kini tumbuh
dalam sebuah dunia tanpa aturan seks. Bioskop, media cetak, TV, dan musik
cenderung mengidentikkan seks dengan cinta. Media melukiskan seks sebagai
bagian terpenting dari pacaran yang baik. Oleh sebab itu, tidaklah mengherankan
jika semakin banyak remaja yang sangat aktif dalam melakukan hubungan seks.
Remaja yang tidak aktif dalam melakukan aktivitas seksual malah menjadi bingung
dan bertanya-tanya, "Apakah aku normal, ada apa dengan diriku?",
"Apakah aku ada kekurangan yang penting?" Di pihak lain, dalam diri
mereka yang aktif melakukan seks di luar pernikahan timbul perasaan bersalah.
7. Nilai-Nilai
Moral dan Agama
Pada masa ini,
kehidupan moral dan agama sudah bukan lagi hal penting. Remaja semakin sulit
mendefinisikan moral dan agama. Dulu, remaja mudah membedakan mana bermoral dan
yang tidak. Sekarang, batasannya sangat tipis. Bermoral atau tidak bukan lagi
didasarkan pada Al-qur’an, melainkan pada pendapat orang lain. Remaja tumbuh
pada nilai-nilai moral. Mereka menganggap baik kalau kebanyakan temannya juga
mengatakan bahwa itu baik. Jadi, nilai moral dan nilai baik sangat relatif.
E. Sumber
Kehidupan Remaja
Kini jaman udah berbeda
dengan jaman - jaman dahulu, karena pengaruh hal-hal yang berasal dari berbagai
macam sumber - sumber dari kehidupan remaja di jaman sekarang dan perbandingan
kehidupan pada jaman dahulu dan sekarang. Sumbernya yaitu:
1. Majunya
Teknologi Yang Pesat.
Contohnya yaitu majunya
Hand Phone yang begitu canggih, seperti BB yang sedang populer di kalangan
masyarakat. Komputer yang semakin lama semakin maju, yang membuat pengguna
komputer menjadi bisa membuat sesuatu dengan komputer itu, dan komputer oleh
kalangan yang salah di pakai untuk menyimpan data-data, film-film, dan sesuatu
yang negativ, seperti pengeditan foto yang semakin lama, semakin canggih, orang
yang suka usil bisa memakai keahlian meng’edit foto untuk hal hal yang buruk
seperti membuat foto dengan kepala artis yang sedang populer dengan mengganti
bagian tubuhnya dengan gambar-gambar yang fullgar, dan ada lagi bagi pengguna
koimputer yang keahlianya malah menjadi negativ, seperti membuat virus-virus
komputer dari yang biasa-biasa saja hingga yang sangat fatal.
2. Pergaulan
Bebas
Rata-rata anak remaja
jaman sekarang itu ingin bergaul dengan siapa saja, dimana saja, dan kapan
saja, sehingga ia terjerumus kedalam pergaulan itu, yang paling gampang itu
biasanya bagi para laki-laki itu salah satunya adalah “ROKOK”, karena mudah di
dapat dan kebanyakan orang laki-laki yang suka berkumpul di suatu tempat
menghisap rokok. Lalu bagi para perempuan biasanya ia tidak mau gengsi terhadap
lawan jenis atau teman yang di anggap saingannya, ia ingin tampil di depan
lelaki untuk menarik perhatian, sehingga terlewat batas dan di lihat oleh orang
dengan negative, gengsi dengan teman sejenis biasanya dari barang barang yang
di pakainya, dia tidak ingin kalah oleh temannya itu sehingga menjadi saingan /
saling memamer.
3. Keluarga
Yang Terlalu Memanjakan
Remaja kini tidak
berfikir panjang, contohnya kita kecil hingga SMA akhir kita masih bergantung
pada orang tua, apakah kita tidak malu apabila kita sudah dewasa dan belum bisa
menghasilkan uang sendiri atau masih meminta uang jajan atau sehari-hari kepada
orang tua, sedangkan orangtua kita kerja keras hanya ingin membuat kita senang.
BAB
III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Dari
pembahasan di atas maka dapat kami simpulkan:
Setiap manusia, baik pada masa
kanak-kanak, pada masa remaja bahkan pada masa dewasa, memiliki tingkatan
pertumbuhan yang akan terjadi dalam menuju kedewasaannya. Dan pertumbuhan itu
akan terjadi secara bertahap dan berangsur-angsur. Selain itu pula didalam
proses pertumbuhan yang terjadi, perlu diperhatikan beberapa hal baik
cirri-ciri pertumbuhan serta tugas masing-masing dalam tahap pertumbuhan anak.
Untuk itu setiap manusia perlu memperhatikan pertumbuhan anak secara mendetail
agar dalam proses pertumbuhannya, tidak mengakibatkan hal-hal yang tidak
diinginkan, seperti kekerasan pada anak, yang akan mengakibatkan depresi pada
anak, serta gaguan pada sistem syaraf anak.
B. Saran
Untuk itulah makalah ini kami susun
untuk membantu memahami psikologi anak yang terjadi pada usia remaja. Makalah
ini perlu dibaca oleh kita, agar dapat mengerti cirri-ciri, tugas dan perbedaan
remaja dulu dan dini.
DAFTAR PUSTAKA
-
http://
rahmaniyaonline.com
-
http:// anak & rmj/
9639. html
-
http:// fahminaqnepal.
Wodspress.com
-
http://
lailatur-rahman. blogspot. Com
Casino: Slots, Blackjack, Roulette, Video Poker - JTM Hub
BalasHapusCasino: Slots, Blackjack, 동두천 출장마사지 Roulette, Video Poker Games, Keno, Video Poker, Slot Machines 부천 출장샵 - JTM Hub, The 광주광역 출장마사지 Ultimate Guide 순천 출장샵 To Slots 양주 출장안마 & Roulette