Rabu, 27 April 2011

FILUM1

2. KEBENARAN FILSAFAT : kebenaran kodrati karena merupakan hasil usaha manusia melalui proses perenungan/berfikir secara nemdasar/mendalam mengenai sesuatu filsafat dilakukan manusia di dalam dan dengan kesadarannya yang tidak pernah berhenti berfikir untuk mencari hakekat kebenaran. tentang obyek yang dipikirkannya obyek itu termasuk dirinya sendiri sebagai manusia, yang disebut filsafat manusia ( anthopologi filsafat).
Kesimpulannya: kebenaran agama itu mutlak adanya tapi bagi penganutnya.
kebenaran filsafat: - kebenaran kodrati
                            - proses
                            - pemikiran
                            - sumber
kebenaran agama: karena mutlak
ilmu pengetahuan: karena sesuatu
kebenaran menurut ilmu pengetahuan bersifat nisbi tetapi berbeda dengan kebenaran agama
filsafat bersifat nisbi sebagai hasil berpikir manusia untuk memenuhi keingintahuaannya dalam mencari mengungkapkan kebenaran yang selalu mungkin dan dapat berubah dan berkembang.
- Filsafat diterima kebenarannya dengan akal sehat ( comon sense) tanpa perlu di buktikan secara empiris. Filsafat yang diterima kebenarannya oleh akal sehat ( common sense) sekelompok besar manusia disebut aliran filsafat, meskipun tidak diterima kebenarannya oleh kelompok manusia lain seperti rasionalisme, realisme, idealisme dll. Kondisi itu terjadi karena dasar dan cara berpikir manusia dalam berfilsafat tidak sama 1 dengan yang lain.
- Dalam berfilsafat objeknya sama tapi hasil berfilsafat bisa beda.
- Filsafat dalam kesemestaannya mencari hakekat kebenaran segala sesuatu yang dapat dipikirkan sebagai obyek berfikir, taermasuk agama dan ilmu /pengetahuan.
- Filsafat agama adalah hasil berfikir manusia bisa tentang ajaran agama secara mendalam dan mendasar bukan agama, yang menghasilkan berbagai aliran seperti telah dikatakan dahulu disebut tarekat/tasawuf/teologi.
- Sumber kebenaran filsafat adalah hasil usaha manusia yang tidak sempurna, selalu mungkin dan dapat keliru/salah dalam berfikir mencari kebenaran karena manusia tidak dapat lepas dari sifat khilaf dan alpa.
- Kebenaran filsafat bersifat apriori yang di terima kebenarannya melalui proses berfikir ( rasional) yang bersifat fundamantal /mendasar dan mendalam tanpa perlu di buktikan secara empiris.
- Suatu kebenaran filsafat mungkin di terima oleh sekelompok manusia, tetapi ditolak kelompok manusia yang berbeda akal sehat ( common sense) masing-masing.
- Kebenaran filsafat bukan kebenaran sektoral, faktual dan bukan pula kebenaran empiris. Kebenaran fildafat benar demi pikiran sehat ( common sense) bukan kebenaran ilmu yang benar karena bukti dan bukan pula kebenaran agama yang benar karena keimanan.
Ilmu dan agama dapat manjadi objak berfikir filsafat, yang berarti juga dalam wilayah filsafat terdapat filsafat ilmu dan wilayah filsafat agama.

Selasa, 26 April 2011

Filum 1

APPLIR 26 th, 2011 at 4 pm
 Sebagai lanjutan dari materi yang baru saya dapat saya akan membahas hal-hal sebagai berikut:
  1. KEMAMPUAN AFEKTIF 
          Manusia mempuyai kesadaran emosional sebagai kesadaran emosi diri dari orang lain. Bertanggungjawab itu hakekat manusia, logika itu harus berfikir secara universal. Membuat orang bodoh itu mudah tp memahaminya itu sulit. Ketika kita mau menasehati orang lain maka kita keluar dari hakekat manusia.
     
     2.   PSIKOMOTORIK
           
           Motorik: gerak fisik
Kesimpulannya: proses berfikir itu akan mengetahui kemampuan aku/saya. Dengan berfilsafat kita akan
mempelajari secara bersungguh-sungguh adanya kebenaran. Kemudian filsafat mengantarkan manusia untuk  berfikir, bersikap, berlaksana dan mengambil keputusan itulah yang mendasarkan kita untuk berfikir benar.
Hakekat manusia: 1. Motivasi
                            2. Mau memberi nasehat itu keluar dari hakekat manusia.
                            3. Tidak mau diberi nasehat, tetapi tetap kita memiliki hak untuk memberi nasehat. hal itu membuat kita pintar.
Kebenaran terdiri dari:
1. KEBENARAN AGAMA: mutlak karena bukan dari manusia tetapi dari alloh. Artinya kebenaran agama disamping mutlak juga sempurna tidak dapat diungkit-ungkit lagi.
Kesimpulannya:
1. Kebenaran agama mutlak
2. Kebenaran agama diterima berdasarkan kepercayaan.
3. Kebenaran agama boleh menafsirkan tetapi tidak boleh menolak kebenaran yang ada di dalam agama tersebut.
4. Agama tidak tertutup untuk manusia.
5. Agama sebagai kebenaran mutlak bersifat apriori tidak perlu diujin kebenarannya, harus berdasarkan hasil uji ilmiah, ujiannya itu bersifat ilmiah.






































































































































































































































































.


























































































































































































































































































































































































































































































































































































 































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































Senin, 18 April 2011

Berkenalan dengan filsafat

Appril 18 th, 2011 at 9.03 am   
     Berdasarkan hasil dari yang sudah saya pelajari, secara psikologi hakekat manusia itu di ciptakan dari dua substansi yaitu: roh dan jiwa. Apabila salah 1 diantaranya terpisah maka secara otomatis tidak akan berguna lagi. Dalam hal ini disebut Human Resesion managemen / sumber manusianya yang bernilai. Berfilsafat berarti berfikir masa kini bukan masa lalu. Berdasarkan QS. AL- hujurot: 12 memesankan kepada kita bahwa ketika kita berijtihad sesuatu yang pernah kita hukumi itu jangan mengadu kepada orang lain. Untuk mendapatkan sebuah kebenaran kita harus bertaqlid. Contohnya:
1. Menentukan jumlah rokaat dalam sholat tarawih.
2. Hukum bersentuhan antara laki-laki dan perempuan.
    Maksudnya, kita bisa memperoleh kebenaran dengan berfikir. Kesimpulannya, kebenaran itu pemilik tunggalnya adalah allah swt. Sedagkan kebenaran nanusia itu bersifat nisbi. Untuk logika berfikir terhadap manusia faktor terpentingnya adalah persatuan.Contohnya dalam hal menata kembali persatuan manusia khususnya pembentukan alam semesta.