MEI 11 th, 2011 at 3.34 pm
Filsafat juga berarti Matersaitum: induk dari ilmu pengetahuan.
Contoh: talafutul talasifah: keracuan berfikir para filosofi.
Prancis, Belanda, Jerman: Phylosophie.
Inggris: Phylosopye.
Maka dari definisi tadi berarti filsafat menjadi seorang filosof baik.
Sifat berperilaku bijak: - Belajar berempati.
- Teman kebijaksanaan.
Berfikir flsafat berarti ingin tahu secara mendalam dan mendasar mengenai sesuatu yang ada sesuatu yang benar-benar ada yang mungkin ada yang belum ada, yang ghaib dikasih sesuatu yang sedikit.
Kebenaran pada masanya: karena kebenaran hasil olah pikir manusia, bersifat nisbi atau relatif.
Dorongan kebenaran disebabkan karena keingintahuan: - Diri sendiri
- Ilmu pengetahuan
- Masyarakat
Berfilsafat adalah: berfikir kemestaan/ kemestaan sebagai subyek diluar kesadaran. Dengan demikian filsafat merupakan hikmah. Filsafat mengantarkan manusia untuk lebih jernih, justificasi ( tempat dimana kita mengumpulkan kesimpulan). Mendasar bijaksana dan berfikir.
Berfilsafat berarti: berfikir bertindak karena suatu sebab.
Pendalaman filsafat ( Cabang-cabang filsafat)
1. Ontilogi/ Metafisika ( ada yang umum sebagai yang ada)
2. Teodesial/ filsafat agama ( ada mutlak adanya)
3. Kosmologi/ fil. alam
4. Antropologi
5. Estetika/ seni
6. Etika/ akhlak
7. Logika
8. Epistimologi/ fil. ilmu
9. Fil. hukum
10. Fil. ekonomi dll.
* Metafisika ( bersifat alam fisik): berfikir dibalik yang ada. Berfikir sesuatu yang ada dari luar/ cara berfikir mendalam mengenai sesuatu yang ada dibalik yang ada.
* Filsafat agama ( teodesial): berfikir sedalam-dalamnya mengenai tuhan mutlak dan ajarannya juga mutlak berfikir.
* Filsafat alam/ kosmologi: berfikir secara mendasar mengenai hakekat alam yang mutlak.
* Filsafat manusia: berfikir menemukan hakekat terdalam mengenai adanya manusia yang mengenai bagian dari alam tetapi berbeda dengan alam/ Antropologi.
* Etika/ fil. tingkah laku: berfikir fundamental pengaturan dan tata tertib perilaku kemanusiaan yang berisi norma-norma, tata nilai yang berlaku dalam masyarakat.
Tujuan berfilsafat: untuk menemukan hakekat kebenaran sesuatu dan hakekat kebenaran obyek yang dipikirkan di dalam dan di luar diri manusia. Karakteristik ini dinyatakan oleh aristoteles sebagai awal karakteristik ini dinyatakan dengan ragu-ragu. C./ Menyaksikan kebenaran basmalah karena terjemahan karena kebenaran agama bersifat mutlak. Ijtihad yang sering dilakukan sekarang secara kolektif.
Pernyataan Aristoteles pertama kali yang harus dibangun O./ kita:
1. Saya tidak tahu apa-apa
2. Semakin banyak yang saya ketahui semakin saya tidak tahu bahwa sangat sedikit yang saya ketahui.
3. Banyak yang saya ketahui tetapi masih lebih banyak lagi yang harus saya ketahui.
Rabu, 11 Mei 2011
Senin, 02 Mei 2011
Kebearan Ilmu
Kebenara ilmu sebagai hasil usaha manusia berpikir dan meyelidiki tentang pengetahuan dan keilmuan menghasilkan kebenaran nisbi, yang selalu dapat berubah dan berkembang.
1. Ilmu berawal dari dorongan ingin tahu manusia yang sangat besar untuk tahu sesuatu yang menghasilkan pengetahuan (knowladge)" yakni segala sesuatu yang diketahui manusia demi kesadaran manusiawinya manusia memiliki pegetahuan demi ingin tahuya yang tak terbatas, pengetahuan diterima manusia dengan atau tanpa memguji kebenarannya.
2. Pengetahuan diterima dan dimiliki manusia sepanjag dapat memuaskan dorongan ingin tahunya ( yang tak terbatas).
3. Pegetahuan bersifat umum (diketahui oleh pada umumnya manusia) tetap dan pasti dalam keberhasilannya, seperti: tahu bahwa api panas, air laut asin, ibu wanita, ayah lelaki, malam gelap, matahari di siang hari dll.
4. Pengetahuan yang bersifat tertentu/ mengenai sesuatu yang khusus dan telah teruji kebenaran secara rasioal/ empiris disebut ilmu (seince) merupakan generalisasi (berlaku uiversal).
5. Ilmu adalah tahu yang benar tentang sesuatu di dalam kesadaran sebagai objektivitas.
Beberapa pengertian ilmu:
S. Homby megartikan ilmu sebagai susunan/ kumpulan pengetahuan yang diperoleh melalui penelitian dan percobaan dan fakta-fakta.
Kebearan ilmu pegetahuan bersifat apriori artinya kebenaran ilmu pegetahuan itu harus diuji kebenarannya.
1. Ilmu eksakta didasari oleh filsafat empirisme dan filsafat positivme menurut kebenaran ilmu diuji secara faktual/ empiris/ yang di manifulasi mejadi sifat faktual melalui data yang dikuantitatifkan dan dianalisis melalui statistik dalam menarik kesimpulannya.
2. Ilmu sosial budaya yang didasari filsafat rasionalisme, fil pragmatisme dan fil. humanisme menguji kebenaran ilmu berdasarkan cara analisis rasional.
1. Ilmu berawal dari dorongan ingin tahu manusia yang sangat besar untuk tahu sesuatu yang menghasilkan pengetahuan (knowladge)" yakni segala sesuatu yang diketahui manusia demi kesadaran manusiawinya manusia memiliki pegetahuan demi ingin tahuya yang tak terbatas, pengetahuan diterima manusia dengan atau tanpa memguji kebenarannya.
2. Pengetahuan diterima dan dimiliki manusia sepanjag dapat memuaskan dorongan ingin tahunya ( yang tak terbatas).
3. Pegetahuan bersifat umum (diketahui oleh pada umumnya manusia) tetap dan pasti dalam keberhasilannya, seperti: tahu bahwa api panas, air laut asin, ibu wanita, ayah lelaki, malam gelap, matahari di siang hari dll.
4. Pengetahuan yang bersifat tertentu/ mengenai sesuatu yang khusus dan telah teruji kebenaran secara rasioal/ empiris disebut ilmu (seince) merupakan generalisasi (berlaku uiversal).
5. Ilmu adalah tahu yang benar tentang sesuatu di dalam kesadaran sebagai objektivitas.
Beberapa pengertian ilmu:
S. Homby megartikan ilmu sebagai susunan/ kumpulan pengetahuan yang diperoleh melalui penelitian dan percobaan dan fakta-fakta.
Kebearan ilmu pegetahuan bersifat apriori artinya kebenaran ilmu pegetahuan itu harus diuji kebenarannya.
1. Ilmu eksakta didasari oleh filsafat empirisme dan filsafat positivme menurut kebenaran ilmu diuji secara faktual/ empiris/ yang di manifulasi mejadi sifat faktual melalui data yang dikuantitatifkan dan dianalisis melalui statistik dalam menarik kesimpulannya.
2. Ilmu sosial budaya yang didasari filsafat rasionalisme, fil pragmatisme dan fil. humanisme menguji kebenaran ilmu berdasarkan cara analisis rasional.
Langganan:
Postingan (Atom)