Kebenara ilmu sebagai hasil usaha manusia berpikir dan meyelidiki tentang pengetahuan dan keilmuan menghasilkan kebenaran nisbi, yang selalu dapat berubah dan berkembang.
1. Ilmu berawal dari dorongan ingin tahu manusia yang sangat besar untuk tahu sesuatu yang menghasilkan pengetahuan (knowladge)" yakni segala sesuatu yang diketahui manusia demi kesadaran manusiawinya manusia memiliki pegetahuan demi ingin tahuya yang tak terbatas, pengetahuan diterima manusia dengan atau tanpa memguji kebenarannya.
2. Pengetahuan diterima dan dimiliki manusia sepanjag dapat memuaskan dorongan ingin tahunya ( yang tak terbatas).
3. Pegetahuan bersifat umum (diketahui oleh pada umumnya manusia) tetap dan pasti dalam keberhasilannya, seperti: tahu bahwa api panas, air laut asin, ibu wanita, ayah lelaki, malam gelap, matahari di siang hari dll.
4. Pengetahuan yang bersifat tertentu/ mengenai sesuatu yang khusus dan telah teruji kebenaran secara rasioal/ empiris disebut ilmu (seince) merupakan generalisasi (berlaku uiversal).
5. Ilmu adalah tahu yang benar tentang sesuatu di dalam kesadaran sebagai objektivitas.
Beberapa pengertian ilmu:
S. Homby megartikan ilmu sebagai susunan/ kumpulan pengetahuan yang diperoleh melalui penelitian dan percobaan dan fakta-fakta.
Kebearan ilmu pegetahuan bersifat apriori artinya kebenaran ilmu pegetahuan itu harus diuji kebenarannya.
1. Ilmu eksakta didasari oleh filsafat empirisme dan filsafat positivme menurut kebenaran ilmu diuji secara faktual/ empiris/ yang di manifulasi mejadi sifat faktual melalui data yang dikuantitatifkan dan dianalisis melalui statistik dalam menarik kesimpulannya.
2. Ilmu sosial budaya yang didasari filsafat rasionalisme, fil pragmatisme dan fil. humanisme menguji kebenaran ilmu berdasarkan cara analisis rasional.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar